Syarat Pengajuan ke Bank :
- Usaha sudah berjalan minimal 6 bulan (pengecekan dari laporan keuangan dan invoice pembelian mesin usaha sebelumnya ).
- Agunan aset usaha yang sudah berjalan tersebut
- Tambahan agunan berupa aset tanah, rumah, ruko,dll senilai minimal jumlah pinjaman ke bank (apabila jumlah pinjamannya jauh melebihi nilai aset usaha yang dijaminkan)
- Mutasi Rekening keuangan di bank yang bersangkutan minimal 1 tahun.
Simulasi pengajuan :
- Klien mengajukan pinjaman ke bank untuk biaya pelunasan mesin dalam rangka pengembangan usaha.
- Pihak bank melakukan survei ke lokasi usaha yang sudah berjalan minimal 6 bulan tersebut.
- Klien bekerja sama dengan pihak vendor mesin untuk mengatur simulasi bahwa klien seolah – olah sudah membeli mesin dengan pembayaran sebesar 80% dari total nilai pembelian (vendor mesin membuat invoice / kuitansi DP dan progress simulasi seolah-olah klien sudah membayar mesin sebesar 80% tersebut).
- Klien mengirimkan Invoice / kuitansi 80% tersebut ke pihak bank untuk di tindak lanjuti.
- Klien menyiapkan semua dokumen diantaranya data lengkap, data agunan, data pembelian mesin, dan data keuangan klien.
- Apabila bank menyetujui pinjaman klien, maka bank memberikan contoh surat keterangan (surat permohonan transfer dan penyerahan dokumen pembelian) ke klien
- Klien memberikan surat keterangan tersebut ke pihak vendor, untuk ditindak lanjuti pihak vendor (vendor membuat surat keterangan tersebut sesuai dengan data pembelian disertai kop surat dari vendor )
- Vendor mengirimkan surat keterangan tersebut ke klien dan diteruskan ke bank oleh klien.
- Selesai
Catatan :
- Pengajuan pinjaman dengan simulasi untuk pelunasan pembayaran mesin lebih mudah di setujui oleh pihak bank daripada pengajuan untuk pembelian unit mesin secara keseluruhan.
